Minggu, 08 Juni 2014

Modem, Hub, dan Switch

Modem


      Modem berasal dari singkatan Modulator Demodulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah.Kegunaan Modem yaitu Fungsi modem yaitu untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal suara dan juga sebaliknya. Itulah sedikit informasi yang bisa disampaikan tentang Fungsi Kegunaan Modem & Cara Kerja Modem semoga bermanfaat.
 
 
Perbedaan Modem, Hub dan Switch yaitu :

  • Modem hanya berfungsi mengubah sinyal analog ke sinyal digital.
  • Modem merupakan alat utama untuk terhubung ke internet atau menjadi sentral dalam jaringan internet. 
  • Modem mempunyai port lebih sedikit daripada Hub dan Switch.

Hub

     Hub berfungsi sebagai perangkat keras penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan penyambung.Perbedaan Hub dengan Modem dan Switch yaitu

Hub memiliki port yang lebih banyak daripada Modem, dan lebih sedikit daripada Switch. Hub dipengaruhi oleh jumlah port, jika semakin banyak jumlah port akan mepengaruhi kecepatan transfer data.

Switch

         Switch pada dasarnya mempunyai fungsi seperti Hub yaitu sebagai pembagi sinyal dan penguat sinyal pada jaringan komputer akan tetapi switch lebih cerdas dari pada Hub karena Switch dapat mengenali alamat data yang harus ditransmisikan dan mampu mengatur lalu lintas data dalam jaringan secara lebih baik dibandingkan dengan Hub. Perbedaan antara Switch dengan HUB dan Modem ;

Switch memiliki lebih banyak port daripada Modem dan HUB. Switch lebih unggul daripada Hub dari segi transmisi data, karena saat transmisi data swtich hanya mengarah ke komputer yang dituju, sedangkan hub ke setiap komputer.

Pengertian Protokol Jaringan

Definisi Protokol Jaringan

Protokol adalah tata cara/ suatu aturan komnunikasi data didalam sebuah jaringan. Untuk menyelenggarakan komunikasi berbeagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standart dan disetujui berbagai pihak .

Macam-Macam Protokol Jaringan

 

1. FTP ( file transfer protokol )
 
FTP adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini

2. Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address.

3. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

4.Hypertext Transfer Protocol (HTTP)

HTTP adalah suatu protokol yang digunakan untuk mentransfer dokumen/halaman dalam WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan dapat diformat dan dikirimkan dari client ke server atau sebaliknya. HTTP mengatur aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.

5.SLIP (Serial Line Internet Protokol)
 
SLIP merupakan sebuah protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi. Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya, dan secara perlahan-lahan akan digantikan oleh standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.

6.IMP (Internet Control Message Protocol)
 
IMP adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.

7.SMTP (Simple Mail Transfer Protocol).

Protokol ini digunakan untuk pengiriman email dengan menggunakan aplikasi email client (outlook express, eudora, thunderbird), dengan identitas port 25.

8. SSH (Secure Shell Hosting)


SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Dikembangkan pertamakali oleh OpenBSD project dan kemudian versi rilis p (port) di-manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya, termasuk sistem operasi Linux. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis/X apabila konfigurasinya mengijinkan. scp yang merupakan anggota keluarga ssh adalah aplikasi pengganti rcp yang aman, keluarga lainnya adalah sftp yang dapat digunakan sebagai pengganti ftp.

Pengertian Topologi Jaringan

Definisi Topologi Jaringan

       Topologi Jaringan Komputer adalah suatu tehnik/cara untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya yang merangkai menjadi sebuah jaringan komputer, dimana penggunaan topologi jaringan didasarkan pada biaya, kecepatan akses data, ukuran maupun tingkat konektivitas yang akan mempengaruhi kualitas maupun efiensi suatu jaringan. Karena suatu perusahaaan memiliki keinginan atau kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapatberbagai berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. 
 
Terdapat 6 jenis topologi yaitu : 
 

Topologi Bus

Jenis topologi bus ini menggunakan kabel tunggal, seluruh komputer saling berhubungan secara langsung hanya menggunakan satu kabel saja. Kabel yang menghubungkan jaringan ini adalah kabel koaksial dan dilekatkan menggunakan T-Connector. Untuk memaksimalkan penggunaan jaringan ini sebaiknya menggunakan kabel Fiber Optic karena kestabilan resistensi sehingga dapat mengirimkan data lebih baik.

Kelebihan Topologi Bus :
Mudah untuk dikembangkan
Tidak memerlukan kabel yang banyak
Hemat biaya pemasangan
Kelemahan topologi bus :
Tidak stabil, jika salah satu komputer terganggu maka jaringan akan terganggu
Tingkat deteksi kesalahan sangat kecil
Sulit mencari gangguan pada jaringan
Tingkat lalu lintas tinggi / sering terjadi antrian data
Untuk jarak jauh diperlukan repeater
 
Topologi Ring

Jenis topologi ring ini, seluruh komputer dihubungkan menjadi satu membentuk lingkaran (ring) yang tertutup dan dibantu oleh Token, Token berisi informasi yang berasal dari komputer sumber yang akan memeriksa apakah informasi tersebut digunakan oleh titik yang bersangkutan, jika ada maka token akan memberikan data yang diminta oleh titik jaringan dan menuju ke titik berikutnya. seluruh komputer akan menerima setiap signal informasi yang mengalir, informasi akan diterima jika memang sudah sesuai dengan alamat yang dituju, dan signal informasi akan diabaikan jika bukan merupakan alamatnya sendiri. Dengan kata lain proses ini akan berlanjut terus hingga sinyal data diterima ditujuan.

Kelebihan :
Tidak menggunakan banyak kabel
Tingkat kerumitan pemasangan rendah
Mudah instalasi
Tidak akan terjadi tabrak data
Mudah dirancang
Kekurangan :
Peka kesalahan jaringan
Sulit untuk dikembangkan
Jika salah satu titik jaringan terganggu maka seluruh komunikasi data dapat terganggu

Topologi Star

Pada topologi jenis star ini, setiap komputer langsung dihubungkan menggunakan Hub, dimana fungsi dari Hub ini adalah sebagai pengatur lalu lintas seluruh komputer yang terhubung. Karena menggunakan proses pengiriman dan penerimaan informasi secara langsung inilah yang menyebabkan biaya pemasangannya juga tinggi.

Kelebihan :
Deteksi kesalahan mudah dilakukan
Perubahan stasiun mudah dilakukan dan tidak mengganggu jaringan lain
Mudah melakukan control
Tingkat keamanan tinggi
Paling fleksibel
Kekurangan :
Menggunakan banyak kabel
Ada kemungkinan akan terjadi tabrakan data sehingga dapat menyebabkan jaringan lambat
Jaringan sangat tergantung kepada terminal pusat
Jaingan memakan biaya tinggi
Jika titik komputer pusat terjadi gangguan maka terganggu pula seluruh jaringan
 
Topologi Tree

Topologi tree ini merupakan hasil pengembangan dari topologi star dan topologi bus yang terdiri dari kumpulan topologi star dan dihubungkan dengan 1 topologi bus. Topologi tree biasanya disebut juga topologi jaringan bertingkat dan digunakan interkoneksi antar sentral.

Kelebihan :
Deteksi kesalahan mudah dilakukan
Perubahan bentuk suatu kelompok mudah dilakukan dan tidak mengganggu jaringan lain
Mudah melakukan control
Kekurangan :
Menggunakan banyak kabel
Sering terjadi tabrakan data
Jika simpul yang lebih tinggi rusak maka simpul yang lebih rendah akan terganggu juga
Cara kerja lambat

Topologi Mesh

Topologi Mesh merupakan rangkaian jaringan yang saling terhubung secara mutlak dimana setiap perangkat komputer akan terhubung secara langsung ke setiap titik perangkat lainnya. Setiap titik komputer akan mempunyai titik yang siap untuk berkomunikasi secara langsung dengan titik perangkat komputer lain yang menjadi tujuannya.

Kelebihan :
Dinamis dalam memperbaiki setiap kerusakan titik jaringan komputer
Data langsung dikirimkan ke tujuan tanpa harus melalui komputer lain
Data lebih cepat proses pengiriman data
Jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer tidak akan mengganggu komputer lainnya
Kekurangan :
Biaya untuk memasangnya sangat besar.
Perlu banyak kabel
Perlu banyak port I/O , setiap komputer diperlukan n-1 port I/O dan sebanyak n(n-1)/2 koneksi. Misalnya ada 4 komputer maka diperlukan kabel koneksi sebanyak 4(4-1)/2 =6 kabel dan memerlukan 4-1 = 3 port.
Proses instalasi sulit dan rumit
 
Topologi Linier

Topologi ini merupakan perluasan dari dari topologi bus dimana kabel utama harus dihubungkan ke tiap titik komputer menggunakan T-connector. Topologi tipe ini merupakan jenis yang sederhana menggunakan kabel RG-58.

Kelebihan :
Sederhana jaringannya
Hemat kabel
Mudah untuk dikembangkan
Kekurangan :
Deteksi kesalahan sangat kecil
Keamanan kurang terjamin
Lalu lintas data tinggi
Kecepatan transfer tergantung kepada jumlah pengguna, kecepatan turun jika jumlah pemakai bertambah

Pengertian IP Address

       IP Address adalah alamat yang diberikan untuk jaringan komputer yang menggunakan protokol TCP IP. Didalam jaringan, penngiriman suatu paket data membutuhkan alamat sebagai identitas tujuan suatu data akan dikirimkan (Destination Address) dan asal data (Source Address). Ada dua versi IP Address yaitu 1. IP Address v4 adalah IP Address yang terdiri dari 32 bit dan dibagi menjadi 4 kelompok (oktet) , setiap kelompok terdiri dari 8-bit binary ; 2.IP Address v6 adalah IP Address yang terdiri dari 128-bit yang dibagi menjadi 8 kelompok (oktet) yang setiap kelompok terdiri dari 16 bit, dan IP versi ini jarang digunakan. IP address terdiri dari 2 bagian yaitu network ID dan host ID, network ID adalah alamat dari jaringan komputer sedangkan host ID adalah alamat dari host seperti komputer, router dan lain-lain. Pemberian IP address pada komputer harus bersifat unik sehingga IP address setiap komputer berbeda-beda.

Network Class


Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakain, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan di bawah ini :
1. Kelas A
  • Network ID : xxx.0.0.1
  • Host ID : xxx.255.255.254
  • Default Subnet Mask : 255.0.0.0
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP A. xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 124.32.4.8 ialah:
  • Network ID = 124
  • Host ID = 32.4.8
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 32.4.8 pada network nomor 124.

2. Kelas B
  • Network ID : xxx.xxx.0.1
  • Host ID : xxx.xxx.255.254
  • Default Subnet Mask : 255.255.0.0
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 140.84.24.8
  • Network ID = 140.84
  • Host ID = 24.8
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 24.8 pada network nomor 140.84. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx.

3. Kelas C
  • Network ID : xxx.xxx.xxx.1
  • Host ID : xxx.xxx.xxx.254
  • Default Subnet Mask : 255.255.255.0
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang ingin dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

Membuat User Baru di LINUX UBUNTU

Untuk membuat user baru caranya sangat gampang, tapi anda harus login menggunakan account administrator.caranya adalah sebagai berikut:

1.Masuk ke menu System>Administration>Users & Groups

2.Setelah muncul jendela sebagai berikut maka tekan tombol Add


3. Setelah itu masukkan password anda dengan benar.

4. Selanjutnya tulislah nama yang anda inginkan.

5. Tekan OK


6.Masukkan password yang anda kehendaki


7.Selamat anda telah memiliki user baru anda dan ini adalah hasilnya:

Cara Setting IP di Linux

Cara setting IP address pada linux ubuntu bisa menggunakan 2 cara yaitu setting dari network manager (GUI) dan dari comand line (terminal).


Melalui Network Manager (GUI)

1. Masuk ke menu Network Connection.

2. Pada Network connection , pilih sub menu Wired , lalu klik add.




3. Pada menu Editing wired connection, pilih submenu IPv4 Setting , pada method pilih manual , lalu klik add, lalu masukan IP address (192.168.100.2), subnetmask (255.255.255.0) dan gateway (192.168.100.1, lalu klik save.



Melalui Comand Line (terminal)

1.Buka Terminal, jalankan perintah berikut:
sudo nano /etc/network/interfaces

2.Saat jendela editor nano terbuka, akan tampil seperti ini (default):

 

3.Misalnya kita mempunyai koneksi eth0 yang terhubung, dan ingin memberi IP address baru seperti ini:
IP: 192.168.1.120
Subnet mask / Netmask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.1.254
yang perlu Anda lakukan adalah menambahkan baris berikut ini:
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.120
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.254
Hasilnya akan seperti ini:


4.Save, cara tekan Ctrl-X dan Y.

Selanjutnya kita masih harus mengedit DNS Server, kita perlu mengedit /etc/resolv.conf:


1.Buka Terminal, jalankan perintah ini:

sudo nano /etc/resolv.conf

2.Masukkan DNS, misalnya anda ingin menggunakan DNS dari Google (8.8.8.8), masukkan dengan format seperti ini:



3.Save, cara tekan Ctrl-X dan Y.

Setelah semua settingan diatas di isi, kita harus membuat agar sistem membaca atau mengenali settingan yang kita buat, jalankan perintah ini pada Terminal:
sudo /etc/init.d/networking restart

Tutorial Instalasi Linux Ubuntu melalui Flashdisk (dengan Gambar)

Buat terlebih dahulu bootable sistem operasi di flashdisk menggunakan aplikasi Linux Live Usb Creator. Berikut ini adalah langkah-langkahnya :


  1. Buka Aplikasi Linux Live USB
  2. Pilih USB yang digunakan untuk membuat bootable.
  3. Klik gambar ISO . lalu cari file iso linux ubuntu , lalu klik open.
  4. Lalu pada menu Persistance, isikan 500 MB.
  5. Lalu Klik icon petir pada menu create.
  6. Setelah selesai membuat bootable pada flashdisk, Restart komputer. 
  7. Tekan F11 pada keyboard, pilih usb flash disk, tunggu sampai jendela utama instalasi muncul.
Terdapat 2(dua) pilihan , yaitu Try Ubuntu untuk mencoba Ubuntu melalui Flashdisk/DVD secara langsung dan dapat juga menginstallnya melalui menu Install Ubuntu di dalamnya. Atau jika ingin langsung menginstall tekan tombol Install Ubuntu.


Selanjutnya Pada Gambar dia atas "Preparing to install ubuntu". Anda minimal harus mempunyai ruang hardisk minimal sebesar 4,5 GB.Jika komputer terhubung ke internet, anda dapat mencentang Download Update While Installing untuk mendownload semua update dan Install third party software untuk mendownload codecs multimedia untuk memutar file video dan audio nantinya dan aplikasi tambahan sambil menginstal.Namun saya sarankan tidak perlu mecentang karena akan membuat proses penginstallan berjalan lama. Sebagai gantinya anda dapat melakukan installasai codecs multimedia dan melakukan pembaruan sistem setelah Ubuntu terpasang.Jadi langsung aja klik Continue untuk melanjutkan.


Selanjutnya Anda bisa memilih cara menginstal pilih Erese disk and install Ubuntu karena Hard Drive saya masih kosong. Mungkin ada sedikit perbedaan disini. Jika komputer anda sudah terpasang Sistem Operasi Windows, anda dapat menemukan menu Delete Windows and Install Ubuntu dan menu Shrink Windows and Install Ubuntu Alongside.


Akan Muncul Layar seperti gambar di bawah ini, langsung saja klik Install Now untuk instalasi Ubuntu.


Selanjutnya memilih Zona Waktu. Tetapkan zona waktu di daerah anda. Misalnya Jakarta,lalu klik continue.


Memilih tipe Keyboard. Jika bingung biarkan saja Default. Lalu pilih Continue.


Isi data-data berikut seperti Nama Lengkap, Nama Komputer, Username, dan Password. Anda juga dapat memilih apakah ingin login otomatis ketika komputer di hidupkan atau menginginkan memasukkan password terlebih dahulu.


Lalu akan muncul slideshow seperti berikut. Tunggu hingga proses instalasi selesai. Lalu Reboot/ Restart komputer anda.